Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2026

#2.Pengalaman yang Tidak Terlupakan


JEJAK LITERASI DI DE MAJESTIK

Ada denyut hangat yang langsung terasa ketika derap langkah saya menyusuri trotoar Jalan Braga hari itu. Di hadapan saya, Gedung De Majestik berdiri anggun menantang zaman. Bangunan berarsitektur klasik tersebut seolah sedang berbisik tentang sejarah panjang Kota Bandung, siap menjadi saksi bisu sebuah babak baru dalam perjalanan hidup saya. Hari itu, saya melangkah masuk ke ajang Perpusnas Writer Festival dengan perasaan campur aduk,antara girang, takjub, sekaligus terselip rasa gugup yang halus.

Saat melewati pintu utama, atmosfer di dalam ruangan langsung menyergap indra. Nuansa masa lalu dan gairah literasi masa kini melebur begitu sempurna. Di tengah riuh rendah percakapan, sebuah kesadaran mendalam mendadak menyeruak: literasi ternyata bukan sekadar kemampuan merangkai kata, melainkan tentang bagaimana seseorang meresapi makna, lalu membagikan percikan makna tersebut kepada orang lain.

Berada di tengah lautan peserta yang datang dari pelbagai latar belakang memberi warna tersendiri. Setiap orang membawa cerita dan perjalanannya masing-masing. Dari sanalah lahir pemahaman sederhana yang begitu membekas: sebuah tulisan mungkin lahir dari jemari satu orang, tetapi gagasan di dalamnya sanggup menyentuh dan menggerakkan banyak jiwa.

Puncak dari jalinan kenangan hari itu hadir melalui sebuah perjumpaan yang menggetarkan. Pandangan saya tertuju pada sosok yang sejak masa muda hanya saya kenal lewat lembaran kisah Balada Si Roy,Gol A Gong. Beliau menyapa dengan begitu ramah dan bersahaja. Kami sempat mengabadikan momen berharga itu dalam sebuah foto bersama. Meski niat hati ingin menceritakan betapa karya-karyanya telah memengaruhi cara pandang saya, waktu tak mengizinkan karena beliau harus segera bersiap di panggung utama. Namun, pertemuan singkat dalam hitungan menit itu justru menjelma menjadi petikan inspirasi yang bertahan sangat lama.

Sepulang dari De Majestik, ada pijar semangat baru yang menyala teguh di dalam dada. Sebagai seorang pendidik, pemaknaan ini terasa semakin dekat dengan panggilan jiwa. Saya makin yakin bahwa menulis tidak perlu menunggu menjadi hebat atau dimulai dari hal raksasa. Pengalaman sehari-hari, peristiwa kecil, dan rekam jejak kehidupan bisa menjadi karya yang bermakna jika kita berani jujur menuangkannya.

Salam Literasi!

#2.Pengalaman yang Tidak Terlupakan

JEJAK LITERASI DI DE MAJESTIK Ada denyut hangat yang langsung terasa ketika derap langkah saya menyusuri trotoar Jalan Braga hari itu. Di ha...