Senin, 28 Januari 2019

BUKAN KENANGAN BIASA


Semua kegiatan edukatif, sering dilakukan oleh seorang guru sejak dulu, baik secara terencana dan terprogram maupun tidak ada rencana dan program, namun terbiasa dilakukan, idealnya memang harus terencana dan terprogram untuk saat ini, namun yang saya bicarakan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru-guru kita dahulu di zamannya,sekitar era 80-an walaupun tidak menutup kemungkinan diperiodenya beliau-beliau dahulu, ada juga kegiatan-kegiatan yang ada buku programnya, mereka buat secara sederhana dengan tulisan tangan mereka, belum lahir istilah Pembiasaan, namun kegiatannya telah berjalan sejak dulu, mari kita rewind masa lalu kita:
  1. Kita reuni kemasa kita berseragam Putih Merah, bertelanjang kaki tanpa balutan kaus kaki apalagi sepatu, namun dengan semangat menggebu, jalan kaki pergi sekolah tanpa uang jajan sepeserpun, sesampainya disekolah bapak dan ibu guru kita, telah menunggu dengan peluh bercucuran sehabis berjalan kaki dari rumahnya kesekolah, menyambut kita dengan senyum dan napas terengah-engah karena capeknya belum reda, menyalami kita satu persatu, bukankah di zamannya belum ada istilah pendidikan karakter, tapi mereka mendidik kita supaya jadi anak yang penuh karakter, menghormati yang lebih tua, sayang sama guru dan orangtua. 
  2. Selesai bersalaman, peserta didik masuk kelas, yang mempunyai tugas piket, dengan sigap mengambil peralatan kebersihan kelas, ada yang memegang sapu, baik sapu lidi maupun sapu ijuk, ada yang mengelap kaca, menyapu halaman, ngepel lantai, semua berjalan sistematis, tidak ada teriak bapak ibu guru yang memerintahkan untuk semua itu, semua berjalan dengan naluri sang siswa, yang sadar akan tugas dan kewajibannya. 
  3. Begitu bell berbunyi (itu istilah sekarang), dulu itu sebagai tanda masuk kelas, yang berbunyi bukan bell otomatis maupun bell digital yang sudah diprogram secara Komputerisasi, akan tetapi hanya bunyi sebuah gantungan sebongkah besi, yang tergantung dipojokan kantor ruang guru, dan ketika dipukul oleh penjaga sekolah bunyinya "Treng-treng", namun fungsinya dari dulu sampai sekarang sama yaitu menyuruh seluruh peserta didik masuk kelas, dan...ajaib memang, tidak perlu berteriak menghabiskan energy seluruh peserta didik berbaris rapi didepan kelas masing-masing, bapak ibu guru kita dulu tidak pernah membiarkan mereka (Peserta didik), berbaris otomatis dan masuk kelas otomatis, akan tetapi melewati pos pemeriksaan dulu (Maaf memakai istilah itu), Bapak dan ibu guru kita, telah stam bye disamping KM kelas yang gagah berani, berkat suara lantang sang KM, anak-anak berbaris rapi, tibalah giliran bapak ibu guru kita, memeriksa kerapihan pakaian, kebersihan tangan dan gigi juga rambut, dengan telaten diperiksa satu persatu,peserta didik yang lolos pemeriksaan, melenggang dengan ceria masuk kelas, dan buat yang tidak lolos, misalnya nya kukunya panjang, bapak ibu guru kita memotongnya dengan alat yang telah dibawanya sendiri dari rumah, dengan sentuhan penuh sayang, kuku dang murid dipotong dengan lembut, indah bukan, kenangan yang bukan kenangan biasa, begitu membekas sampai sekarang. 
  4. Sesampainya didalam kelas, lantunan doa untuk memulai belajar terdengar berkumandang, ucapan salam menjawab ucapan salam bapak atau ibu guru, bersahutan dari kelas yang satu ke kelas yang lain, seperti estafet kata yang indah untuk didengar, mematri karakter religiusitas dihati para murid, membiasakan selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas KBM atau kegiatan lainnya. 
  5. Doeloe, di zamannya, belum terdengar kata "ice breaking", akan tetapi bapak ibu guru kita telah melakukan hal yang mirip-mirip dengan istilah tersebut, mereka memberi kita kata -kata ,nyanyian, ataupun permainan penyemangat belajar, saya masih ingat, dulu bapak ibu guru saya pernah membuat sebuah permainan sebelum KBM menggunakan permainan tradisional yang syairnya mereka modifikasi, disesuaikan dengan momennya,terasa sekali, inovasi yang mereka lakukan, dapat mendongkrak gairah belajar kami saat itu. 
  6. Kegiatan yang akan saya bahas ini, tidak pernah pudar dari ingatan saya, doeloe, kami belum mengenal istilah " Alam Tak ambang jadi guru","Belajar diluar ruangan",atau istilah lainya,setiap hari saptu, selesai KBM dikelas, setiap memasuki waktu istirahat, kami digiring keluar, seringnya kami dibawa ke pinggir sungai, sepanjang jalan yang kami lewati, ada sawah yang menghampar hijau, nun jauh disana terlihat gunung gagah menjulang, perkampungan pun kami lewati, dengan beragam kehidupan sosial yang kami temui, ada juga kami sesekali bertemu dengan bapak dan ibu tani, yang memanggul hasil panennya, bapak ibu tani yang sedang mengolah sawahnya, melihat capung dan serangga lainnya, sesudah itu sampailah kami ditempat yang dituju, se buah sungai yang airnya mengalir tenang, terdapat ribuan batu sungai yang hitam mengkilap terpapar sinar matahari, kami duduk dengan kaki menjuntai diatas muka air, tak henti kugerak-gerakan kaki kami sehingga suaranya membentuk sebuah irama, setelah itu, kami lanjutkan dengan membuka bekal masing-masing duduk berjejer di pematang sawah dan pinggiran sungai, bekal kami memang tidak istimewa, yang istimewa adalah rasa kebersamaan, rasa ingin berbagi dan memberi, tidak ada kata pelit dalam kamus kami, selesai makan kami lepas penat dengan berenang dan main air, tentu saja semua kegiatan itu berada dalam pengawasan bapak dan ibu guru kami, sudah bosan dan hilang rasa penat, kami pun pulang, dengan tidak lupa membawa batu kali sesuai kemampuan, tidak ada raut muka cemberut, semua sukarela melaksanakan tugas tersebut. Kini, setelah kurang lebih 2 Dasa warsa, manakala saya telah bertugas melanjutkan estafet dibidang dunia pendidikan, melanjutkan cita-cita guru kami, baru kusadari, bahwa apa yang dulu bapak dan ibu guru kami lakukan, mereka sedang mengajari kami tentang apa yang sekarang disebut pendidikan karakter, dan apa yang sekarang dinamakan Pembiasaan,juga beliau mengajari kami, bahwa alam tak ambang bisa bagi guru,bahwa belajar bukan hanya didalam kelas akan tetapi belajar bisa diruangan kelas atau outdoor learning,dari yang mereka ajarkan banyak hal yang dapat dipelajari secara langsung: 
  • Kami dapat belajar dan mencintai alam
  • Kami dapat belajar mengenal dan memahami alam sekitar
  • Kami dapat belajar etika dan sopan santun ketika bertemu dengan lingkungan sosial yang kami lewati
  • Kami dapat belajar berbagi, saling menghargai, saling membantu dan saling menghormati
  • Kami dapat belajar mengenal ekosistem sawah, kebun dan sungai
  • Kami dapat mengenal berbagai profesi
  • Kami dapat mengenal cara bercocok tanam
  • Kami dapat mengetahui cara pengangkutan hasil panen
  • Dan banyak hal lain yang dapat kami pelajari
Subhanallah...memang Bukan Kenangan Biasa, tapi sebuah kenangan yang menginspirasi, sebuah kenangan yang sarat makna, semoga engkau yang telah mendahului kami (guruku), ada dalam Surga-Nya Allah, ilmu yang telah berikan, kini ku manfaatkan juga untuk meneruskan cita-citamu untuk "mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik "
Terimakasih, semoga bermanfaat! 

Selasa, 01 Januari 2019

#2019GantiMindset


  • Apa itu "Mindset"
Pergantian tahun sudah dipenghujung mata,dalam hitungan jam saat itu akan tiba, tahun 2018 bergulir ketahun 2019,dan...perguliran itulah, yang oleh kita dibilang tidak terasa, perasaan baru kemarin kita memasuki awal tahun 20..tiba-tiba sekarang kita telah memasuki awal 2019,itulah sebagian penilaian sebagian kita tentang perguliran tahun ini. 
Lalu, pertanyaan berikutnya yang biasa mengikuti pergantian tahun, biasanya orang atau teman kita akan bertanya, "apa resolusi anda ditahun 2019? ", atau bisa saja dengan pertanyaan lainnya, namun yang familiar dan dominan ditanyakan biasanya mengenai resolusi tersebut. 
Dan,sebagai jawaban atas pertanyaan diatas, jawaban saya adalah #2019GantiMindset.
Apa itu Mindset? Kira-kira seperti itu pertanyaan yang akan timbul ketika kita menjawab seperti itu, kalau begitu mari kita cari tahu jawabannya. 
Jawaban pertama kali yang ada dibenak kita tentang Mindset ini adalah :
  1. Pola pikir
  2. Kerangka berpikir,atau
  3. Kebiasaan berpikir
  • Membangun "Mindset"
Bisakah sebuah Mindset dibangun? Jawabannya tentu bisa, yang penting punya niat dan keinginan untuk membangunnya.
Mari kita analogikan dengan sebuah contoh yang konkret:
Seorang anak tiap hari menonton sebuah tayangan film anak yang disukainya, tiap hari itu dia lakukan, tanpa ada waktu terlewat, sehingga detil demi detil film tersebut dia tahu, sekarang mari kira perhatikan kesehariannya,ada yang bertingkah seolah dia seorang penyanyi, lenggak lenggok bak seorang penyanyi beken sambil bernyanyi kesana kemari, atau seorang anak bak seorang jagoan, tangannya jedar jedor seolah dia sedang memegang sebuah senapan, dan masih banyak pola tingkah lucu lainnya yang terkadang membuat gemes yang melihat ataupun membuat khawatir. 
Dari ilustrasi diatas, Jangan-jangan mindset mereka itu terbangun oleh apa yang mereka lihat dan tonton, pola pikir mereka terbentuk seolah mereka ingin seperti apa yang dia lihat dan tonton, oleh karena itu kewajiban orang dewasa atau anggota keluarga yang lain untuk membimbing apa yang anak tonton dan apa yang sang anak lihat, karena apa yang sering mereka tonton, mereka lihat dan mereka amati akan membangun Mindset sang anak tersebut,nah...agar Mindset yang terbangun adalah Mindset yang positif untuk tumbuh kembang anak, bimbing anak kita ketika menonton sebuah tayangan, agar mindset anak kita tidak terkontaminasi dengan mindset yang negatif.
Begitupun dengan yang mereka baca, karena apa yang mereka bacapun akan membangun pola pikir sang anak
Kemudian perhatikan juga cara bersosialisasi sang anak, dengan siapa bergaul, temannya siapa, lingkungannya bagaimana, dan sebagainya, karena ketika anak kita atau bahkan kita sendiri salah bergaul dan bersosialisasi, maka mindset kita pun akan terbentuk negatif.

  • #2019GantiMindset
Setelah mengetahui apa itu mindset serta bagaimana membangun sebuah Mindset, mari kita analisis mindset kita di 2018,sebagai acuan apakah Mindset kita di 2018 itu kita lanjutkan di 2019 atau kita ganti di 2019 ini, setelah dianalisis lalu kita rekapitulasi agar kita mengetahui poin per poinnya, setelah itu mari kita kelompokkan kedalam dua kelompok, apakah dimasukan kedalam kelompok yang perlu diganti (Mindset negatif) atau kedalam kelompok yang tidak perlu diganti (mindset positif) di 2019.
Apa sajakah itu, mari kita bahas satu persatu:

1.Berpikir negatif diganti dengan selalu berpikir positif
Mungkin kita sering mendengar tutur kata berikut: 
  • "Aku ini sudah tua, gak bisa apa-apa, silahkan saja yang muda-muda ", atau
  • " Gak apa-apa lah aku gaptek, pantas sudah tua kok", atau
  • "Mana mungkin aku bisa seperti itu! ", dan seterusnya. 
Orang yang selalu berpikiran negatif, selalu berprasangka buruk, baik terhadap orang lain bahkan terhadap dirinya sendiri pun demikian, dalam hatinya selalu berkata, " Saya tidak mungkin mampu, saya tidak mungkin bisa, mustahil saya bisa mengerjakannya,dan perasaan-perasaan negatif lainnya. 
Mari, di 2019 ini, mindset negatif tersebut yaitu selalu berpikiran negatif, baik terhadap orang lain, terlebih terhadap diri kita sendiri, kita ganti dengan selalu berpikiran positif. 
Orang yang selalu berpikiran positif adalah salah satu kriteria untuk hidup lebih sukses, mereka sukses, karena mereka selalu berpengharapan baik, bukankah ucapan baik itu doa, begitupun dengan harapan baik, inshaAllah itu juga menjadi doa, yang akan memotivasi dan merubah mindset negatif menjadi sebuah mindset positif, yang akan mengubah kata "saya tidak mampu menjadi saya mampu! ", " Saya tidak mungkin bisa menjadi saya bisa! ", " Mustahil saya bisa mengerjakannya menjadi InshaAllah saya bisa! "

2.Takut gagal diganti dengan berani gagal
Orang yang paranoid dengan kata takut gagal, biasanya akan selalu takut jatuh sebelum melangkah, takut rugi sebelum memulai dagang, saking trauma nya, mereka yang takut gagal, tidak akan pernah berani mencoba. 
Orang yang  sukses atau berhasil pasti pernah mengalami kegagalan, tapi saat gagal tiba, mereka tidak lantas jadi kecut nyalinya melainkan semakin berani menghadapinya, karena dengan berani gagal, anda akan berani mencoba, anda akan berani memulai, anda akan selalu waspada dan penuh perhitungan melangkah.
 3.Tidak fokus diganti dengan selalu fokus
Kekuatan dari kata FOKUS begitu luar biasa, si Fokus adalah  motivator ulung yang gagah berani menghadapi semua kendala, baik kendala yang dihadapi saat bekerja, saat berkendara, maupun saat-saat darurat lainnya, datanglah pahlawan tak bertopeng dari dalam diri kita, dialah si Fokus. 
Contoh kecil,semua orang pasti pernah dikejar-kejar deadline sebuah laporan, dagdigdugder nya bukan main itu hati, minta tolong sama siapa, minta bantuan sama siapa, toh... sama-sama sibuknya, ahirnya hati kita berbisik, "Fokus, Fokus, Fokus", seolah tersihir dengan kata itu, mulailah diri kita bekerja, mengabaikan semua hal yang dianggap tidak berguna saat itu, tujuannya hanya satu, pekerjaan ini harus selesai tepat waktu, ngantuk pun tidak dituruti nya, terus dan terus bekerja, sampai akhirnya pekerjaan itu selesai, plong... rasanya beban berat ini menjadi ringan. 
Jadi, mari introspeksi dan refleksi diri kita, jika selama ini tidak fokus, kita ganti dengan kata FOKUS agar semangat kita menjadi Powerfull. 
Selanjutnya adalah:
4.Malas bekerja diganti dengan rajin bekerja
5.Tidak sabaran diganti dengan selalu sabar
6.Pesimis diganti dengan selalu optimis
7.Kurang percaya diri diganti dengan lebih percaya diri
8.Pemarah diganti dengan Penyayang
9.Bohong diganti dengan jujur
10.kurang peduli diganti dengan sangat peduli

Demikian, Mudah-mudahan bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf.
"Mindset andalah yang akan membawa anda untuk  mencapai tujuan serta mewujudkan semua impian anda"