Menjejakkan Makna Lewat Pena
Menulis bukanlah sekadar kegiatan merangkai huruf menjadi kalimat atau menyusun paragraf di atas halaman putih. Bagi saya, menulis adalah sebuah perjalanan perenungan diri, sarana mengabadikan jejak langkah kehidupan, sekaligus wadah sederhana untuk terus mengalirkan kebaikan kepada sesama.
Saya Suherman Komara, seorang pendidik yang menghabiskan hari-hari di ruang kelas sekolah dasar. Di sela-sela rutinitas mendampingi tumbuh kembang para siswa, dunia literasi menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian saya. Aktivitas tersebut terentang mulai dari merancang bahan ajar, menyusun panduan pembelajaran, mengelola blog edukasi pribadi, hingga menuangkan rasa ke dalam bait-bait puisi berbahasa Sunda serta tulisan nonfiksi.
Pendorong utama yang membuat saya ingin terus mendalami dunia penulisan adalah keyakinan bahwa sebuah gagasan yang dibukukan memiliki daya tahan melampaui waktu. Pembelajaran yang disampaikan secara lisan bisa saja hilang seiring berjalannya hari, namun gagasan yang tertuang dalam bentuk tulisan akan tetap hidup dan dapat diakses oleh siapa saja. Sebagai seorang guru, saya merindukan kesempatan untuk membagikan pengalaman pengajaran, gagasan pedagogi, dan catatan reflektif kepada khalayak yang lebih luas.
Pengalaman saya dalam merangkai karya sejauh ini telah melahirkan beberapa bentuk tulisan, di antaranya kumpulan puisi berbahasa Sunda berjudul Simpay Asih, beragam artikel bertema pendidikan pada blog pribadi, hingga naskah buku nonfiksi Jejak Bloger Guru Oemar Bakrie yang berisi kumpulan artikel yang pernah dipublikasikan di blog pribadi saya.
Meski demikian, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Hambatan terbesar yang sering saya hadapi adalah menjaga konsistensi di tengah padatnya tugas-tugas di sekolah, mengatur manajemen waktu dengan efektif, serta mengatasi rasa ragu dalam diri mengenai sejauh mana tulisan yang saya buat mampu memberikan dampak dan manfaat bagi pembacanya.
Atas dasar itulah saya memutuskan untuk melangkah dan melibatkan diri dalam Kegiatan Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35. Selama menempa diri dalam program ini, target utama saya adalah menyerap sebanyak mungkin ilmu kepenulisan dari para narasumber, melatih kedisiplinan menulis secara harian, memperluas jejaring bersama sesama pegiat literasi dari berbagai daerah, serta mengasah gaya bahasa agar semakin informatif dan menggugah.




.jpg)

