
Mesin Boleh Panas, Semangat TARULIS Tak Pernah Padam
1. Panggilan Berharga di Akhir September
Tanggal 22 September 2025 menjadi salah satu momen penting bagi kami. Sebuah surat resmi dari SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) mendarat dengan kabar membanggakan. Kami diundang untuk menghadiri The 16th Annual International Symposium of Foreign Language Learning (AISOFOLL). Simposium internasional yang mengusung tema "Shaping Future Generations: Exploring the Impact of Technology-Enhanced Language Teaching on Literacy and Character Development" ini digelar secara hybrid, dan kami berkesempatan hadir secara luring.
Antusiasme menyelimuti Komunitas Guru Penulis Kecamatan Cipeundeuy (TARULIS). Sebanyak enam orang wakil rombongan disiapkan untuk berangkat menuju lokasi acara di Hotel Hilton Bandung pada Kamis, 2 Oktober 2025. Bagi kami, ini bukan sekadar menghadiri simposium, melainkan ruang belajar untuk membawa pulang gagasan baru tentang teknologi, literasi, dan pembentukan karakter peserta didik.Berikut link undangan AISOFOLL:
https://canva.link/jxovuj10jsizwac2. Deru Perjalanan dan Semangat Pagi
Pagi hari tanggal 2 Oktober 2025, rombongan TARULIS sudah bersiap. Senyum ceria dan perbincangan hangat memenuhi kabin mobil sejak roda mulai berputar meninggalkan Cipeundeuy. Kami saling melempar diskusi ringan mengenai topik-topik teknologi pembelajaran bahasa yang akan dipaparkan oleh para ahli nanti.
Lalu lintas pagi itu relatif lancar. Harapan kami sederhana: tiba di Jalan HOS Tjokroaminoto tepat waktu, duduk menyimak paparan, dan menyerap sebanyak mungkin ilmu.
3. Drama di Tol Baros: Ketika Indikator Suhu Memuncak
Namun, setiap perjalanan besar selalu punya ceritanya sendiri. Saat mobil kami melaju mendekati Pintu Keluar Tol Baros, Cimahi, hal yang paling dihindari pengendara terjadi.
Jarum indikator suhu mesin mendadak melonjak naik hingga ke titik merah. Tak lama kemudian, kepulan uap dan asap tipis mulai keluar dari balik kap mesin. Mobil kami mengalami overheat.
Mobil terpaksa kami pinggirkan di dekat area keluar tol. Suasana yang tadinya penuh tawa mendadak berubah tegang. Waktu terus berjalan mendekati jadwal pembukaan acara di Hilton Bandung, sementara kendaraan kami benar-benar lumpuh dan tidak aman untuk dipaksa jalan.
4. Keputusan Cepat dan Penyelamat Berbasis Aplikasi
Di tengah situasi panik, keputusan tegas harus diambil. Mengingat nama komunitas dan amanah ilmu yang kami bawa, kami tidak boleh menyerah pada keadaan.
Mobil akhirnya kami amankan dan tinggalkan sementara di lokasi tersebut. Dengan sigap, kami memesan armada transportasi online (Grab) untuk mengangkut seluruh rombongan yang berjumlah enam orang.
Begitu mobil Grab datang, rasa lega mulai mengalir. Di dalam perjalanan lanjutan dari Cimahi menuju Bandung, ketegangan perlahan mencair menjadi tawa kecil. Kami saling menguatkan bahwa "perjuangan pendidik untuk menuntut ilmu memang selalu diberi bumbu cerita unik."
5. Melangkah Tegak di Hilton Bandung
Perjuangan itu terbayar lunas. Kami tiba di Hotel Hilton Bandung tepat waktu. Langkah kaki rombongan TARULIS memasuki ruang simposium dengan penuh rasa syukur dan bangga.
6.Refleksi Akhir
Pengalaman hari itu mengajarkan kami satu hal: rintangan fisik di jalanan tidak akan pernah menyurutkan langkah para guru yang haus akan kemajuan. Mesin mobil boleh saja overheat, tetapi semangat Komunitas Guru Penulis Kecamatan Cipeundeuy (TARULIS) untuk terus belajar dan berkarya akan tetap menyala!



