Sabtu, 18 November 2017

MELAWAN LUPA

"Apa...lupa,kok bisa sih?"
"Dasar...udah pikun,lupa dipelihara!"
"Hadeh...dasar Miss Lupa!"
"Aduh...siapa ya,bentar...saya ingat-ingat dulu". 
Dan...beragam cercaan lain,akan meluncur dari mulutnya,saat kita atau siapapun lupa terhadap sesuatu.
Memang tragis sih jika kita pelupa,tapi...siapa yang mau,tapi...kenapa tanggal gajian tidak pernah lupa,jatah bulanan juga,makan apalagi,belum pernah ada yang lupa makan,yang telat makan banyak tapi bukan lupa,perut sudah memberi isyarat pas jam makan,tapi tanggung lagi mengerjakan tugas,jadilah telat makan,enapa ya?
Tik tok tik tok tik tok!
Sudahlah,tidak usah dipikirin terlalu serius!
Kembali kepertanyaan tadi,kenapa waktu gajian tidak pernah lupa,menurut pendapat saya,ini pendapat lho bukan hasil penelitian,karena gajian itu sebuah kegiatan yang kontinyu,terus menerus dilakukan setiap bulan,sehingga menjadi habit atau kebiasaan rutin yang selalu kita laksanakan,begitu dan begitu terus setiap bulan,begitupun dengan kegiatan makan.
Jadi,segala sesuatu yang kontinyu kita laksanakan ternyata dapat mempertajam ingatan kita.
Contoh lain:
  1. Tadi siang,pulang kerja langsung kerumah orangtua saya,kangen,tiga hari tidak ketemu,pas belokan ada yang teriak memanggil,ku hentikan kuda besinya,sambil kuarahkan pandanganku kearah sumber suara,lama ku termanggu,seliweran tanda tanya dikepalaku,"siapa...ya?",begitu pertanyaan dibenaku,tidak kulontarkan sih pertanyaan itu,sebagai apresiasi terhadap sang penanya yang demikian ramah dan kalau didengar dari teriakannya,asli bukan sok akrab,cuman saya nya saja yang lupa,sambil duduk diteras kusimpulkan bahwa seseorang akan jadi dilupakan atau lupa jika jarang bertemu,lagi-lagi,seringnya bertemu atau kontinyuitas pertemuan kita dengan orang lain itu dapat melawan rasa lupa kita.
  2. Beberapa bulan kebelakang (saya lupa bulan apa),masih di tahun 2017,saya dan dua teman lainnya,mengikuti seleksi Lomba Guru Berprestsi Anugrah Mahkamah Konstitusi tingkat Kabupaten,begitu saya buka soalnya,semuanya tentang  UUD 1945,dari mulai Pembukaan,Pasal,Ayat,aturan tambahan dan aturan peralihan,semua ada,dan parahnya ada beberapa pasal dan ayat yang saya lupa,dan...lagi-lagi itu kesalahan yang saya buat sendiri,saya jarang membuka dan membaca bukunya.
Itulah beberapa contoh Lupa yang dialami saya,dan...mungkin anda punya pengalaman tersendiri yang ada hubungannya dengan sifat Lupa ini.
Dengan melihat dan mengalami akibat dari sifat Lupa yang kita alami,penting sekali menguasai jurus jitu untuk melawannya,dengan berbasiskan pengalaman yang saya alami,bahwa sifat lupa dapat dilawan dengan:

  1. Rajin membaca,karena membaca dapat mengasah ketajaman ingatan kita sserta menguatkan memori otak kita,sehingga kita dapat mengingat apa yang dilihat dan didengar,jadi sisihkan waktu kita 1-2 jam untuk membaca atau melakukan kegiatan Literasi.
  2. Jangan malas untuk berpikir,yang namanya tentu akan senantiasa dihadapkan pada masalah atau persoalan hidup,dan keanyakankira selalu malas berpikir untuk mencari solusinya,hal ini akan menyebabkan tidak optimalnya perkembangan kecerdasan otak,yang berimbas padamenurunnya daya pikir serta melambatnya responsibilty kita dalam menghadapi suatu masalah,jadi,latihlah pikiran kita karena ketika pikiran kita terlatih akan menyumbang manfaat besar pada kemampuan memory atau daya ingat kita
  3. Istirahatlah yang cukup,karena ketika kita kurang tidur akan berpengaruh buruk pada daya ingat.
  4. Menggunakan buku catatan,dengan membawa buku catatan kemanapun anda pergi dan dimanapun anda berada,catatlah hal-hal penting dalam keseharian anda,misal catatan pertemuan dengan orang lain,waktu rapat,dan hal-hal penting lainnya.Di era digital saat ini,buku catatan sepertinya sudah tidak efektif dan mulai tergeser dengan buku catatan digital sekelas Evernote yang bisa anda unduh aplikasinya,lebih simple dan lebih modern.
  5. Menggunakan alat pengingat berupa alarm clock agar anda tidak lupa bangun pagi,waktu shalat,waktunya makan,seting juga waktunya anda bertemu dengan klien,dan keguatan lain,semua dapat diunduh aplikasinya,selain alat pengingat digital,anda juga dapat menggunakan alat pengingat manual seperti teman dekat atau keluarga dekat anda untuk mengingatkan.
  6. Seringlah bersosialisasi,karena seringnya berinteraksi dilingkungan sosial,dapat memberikan dampat positif diantaranya mencegah stres dan defresi,juga melawan lupa karena seringnya bertemu dengan teman dan kerabat.
  7. Fokus,artinya menghindari dan memikirkan hal lain ketika kita sedang melakukan suatu jegitan,fokuslah pada kegiatan tersebut sampai selesai,baru setelah itu kerjakan kegiatan lain.
Demikian tehnik sederhana melawan lupa,mudah-mudahan bermanfaat,!



Referensi Foto dari Emoticon




Tidak ada komentar:

Posting Komentar