Kamis, 04 Januari 2018

CARA MEMBANGKITKAN KEBERANIAN SISWA DALAM KBM DIKELAS

Keberanian memegang peranan penting didalam berlangsungnya sebuah kegiatan pembelajaran,kelas tidak akan disebut kelas yang aktif jika peserta didiknya tidak mempunyai keberanian,didalam kelas yang terdapat situasi interaksi antara guru dan murid dapat dikatakan adalalah kelas yang aktif,dimana antara guru dan peserta didik terjalin sebuah interaksi yang harmonis:
  • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya,siswa mengangkat  tangan untuk bertanya
  • Siswa bertanya guru atau siswa lain dengan bimbingan guru mencoba menjawab
Ada tik-tok antara guru dan siswa,maupun antara siswa dengan siswa.
Tapi terkadang,kita menemukan sebuah kelas yang sepi dari aktivitas tersebut:
  • begitu diberi kesempatan untuk bertanya,tidak satupun yang mengangkat tangan untuk bertanya.
  • Begitu ditanya mengerti atau tidak,tidak satupun yang berani menjawab.
Kalau sudah demikian,bingung kan?
  • Ini anak ngerti atau tidak ya dengan apa yang baru saja dijeaskan?
  • Ini anak faham atau tidak ya dengan penjelasan yang baru saja diberikan?
Tepok jidat,kalau sudah demikian kan,kelas menjadi stag,maju kena mundur kena,mending kalau maju mundur cantik.
Disitulah peran guru sebagai serang evaluator berfungsi untuk mengetahui apakah yang menjadi kendala,sehingga peserta didik tidak mempunyai keberanian untuk:
  • Bertanya
  • Menjawab,dan
  • Berinteraksi dalam proses pembelajaran,

Seperti yang telah dijelaskan pada pembuka artikel ini,bahwa keberanian memegang peranan penting dalam KBM,jika kenyataannya seperti digambarkan,bahwa siswa tidak bertanya,tidak menjawab dan tidak berinteraksi dalam KBM,evaluasi bijaknya adalah jangan lantas memvonis siswa,bahwa siswanya yang pasif,walaupun itu juga bukan kesimpulan yang salah,akan tetapi mari kita evaluasi secara seimbang seperti berikut:
  • Evaluasi peran guru sebagai motivator
Mari kita evaluasi peran kita sebagai seorang motivator dikelas,mungkin saja,siswa kita tidak punya keberanian untuk bertanya,untuk menjawab pertanyaan dan untuk berinteraksi dikelas,disebabkan oleh peran kita sebagai seorang motivator tidak berfungsi.
Motivasi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam KBM,siswa yang sulit bertanya,sulit menjawab dan sulit berinteraksi bukanlah siswa yang pasif,akan tetapi siswa yang kurang mendapat motuvasi baik dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya,termasuk motivasi dari seorang guru.Oleh sebab itu:guru dituntut kreatif untuk membangkitkan motivasi  belajar siswa,agar bangkit keberaniannya sehingga siswa dengan inisiatifnya sendiri mau bertanya,mau menjawab dan mau berinteraksi timbal balik didalam kelas. 

  • Evaluasi gestur kita
Mungkin,ketika guru memberi kesempatan untuk bertanya kepada siswa,gestur atau gerak gerik tubuh kita tidak terkontrol,sehingga menciutkan nyali siswa untuk bertanya atau berinteraksi

  • Evaluasi intonasi ucap kita
Mungkin,ketika guru memberi kesempatan untuk bertanya,intonasi ucap kita tidak terkontrol,terkesan marah,terkesan kasar,atau kesan negatif lainnya,sehingga menurunkan mental siswa.

  • Evaluasi mimik kita
Mungkin,ketika guru memberi kesempatan untuk bertanya,gerak gerik mimik kita,kurang berkenan dipandangan para siswa,misalnya sorot mata kita agak tajam,telunjuk kita ketika menunjuk dimaknai lain oleh para siswa,sehingga menciutkan nyali siswa untuk bertanya atau menjawab.
Demikian,hasil evaluasi kita terhadap diri kita sendiri sebagai guru,namun ketika kita tudak menemukan madalah dengan ditpri kita sebagai guru,misalnya:peran kita sebagai motuvator telah dijalankan dengan baik,gestur dan mimik kita pun sudah terkendali dengan wajar,tapi siswa tersebut masih tidak mempunyai keberanian untuk betanya,untuk menjawab dan berinteraksi dikelas,jangan lantas diabaikan,seribu cara kita terapkan demi kebaikan siswa kita dikelas,langkah selanjutnya yang patut dicoba adalah konsultasikan dengan orangtua siswa,mau langsung diundang kesekolah ataupun dengan menggunakan prosedur kunjungan rumah (home visit),kita bisa diskusi dan mencari solusi untuk mnpengatasi kepasifan siswa tersebut dengan melibatkan kedua orangtuanya.
Terimakasih,semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar