Kamis, 11 Januari 2018

KWALITAS DAYA INGAT PESERTA DIDIK

Mungkin permasalahan ini,pernah dialami oleh bapak dan ibu guru dikelas,ketika selesai melaksanakn KBM,lalu kita laksanakan tahap berikutnya yaitu menyelenggarakan evaluasi atas pelaksanaan KBM yang BARU SAJA selesai dilaksanakan.Kenapa kalimat BARU SAJA,diatas saya beri fonts warna MERAH dan diberi BOLD,tiada lain adalah untuk mempertegas permasalahan yang ditemui setelah hasil evaluasi diperiksa dan dianalisis,dan kesimpulan hasil analisisnya adalah sebagai berikut:
Dari jumlah siswa kita dikelas,sebanyak 20 siswa misalnya,terdapat:
  1. Terdapat 17 orang siswa yang memperoleh nilai diatas KKM atau sekitar 85% TUNTAS,dan
  2. Terdapat 3 orang siswa memperoleh nilai dibawah KKM atau sekitar 15% TIDAK TUNTAS
Kalau melihat perolehan prosentase siswa yang TUNTAS,KBM yang baru saja dilaksanakan itu berhasil,namun demikian,sebagai guru,kita tidak bisa mengabaikan 15% siswa yang belum tuntas dalam KD yang bersangkutan,kita berikan perbaikan untuk kelima siswa tersebut,bapak ibu guru sudah mafhum tentang prosedur itu.
Namun yang kita soroti adalah,evaluasi tersebut dilaksanakan dengan limit waktu tidak begitu lama setelah KBM berakhir,tapi hasil evaluasinya seperti itu untuk kelima siswa tersebut,ini juga tantangan bagi kita,untuk dianalisis dengan permasalahan sebagai berikut:
  • Kenapa daya ingat mereka berbeda dengan 85% siswa yang telah TUNTAS?
Itu yang menjadi bahan kajian kita,untuk dicarikan solusi jalan keluarnya.
Namun,sebelum kita cari solusinya,mari kita Refleksikan dulu atas KBM yang baru saja dilaksanakan,karena bagaimanapun,hasil yang diperoleh siswa adalah gambaran keberhasilan kita dalam KBM dan juga gambaran kegagalan kita dalam KBM,bukan berarti tidak boleh menyalahkan siapapun,termasuk siswa kita,kita ambil langkah bijaknya,mari kita refleksika,mari kita renungkan,stelah direfleksikan dan direnungkan,langkah selanjutnya adalah menyimpulkan apa yang menjadi penyebabnya apakah Metidanya yang salah,atau pendekatannya yang tidak sesuai dengan karakteristik siswa tersebut,setelah diketahui penyebabnya,kemudian kita ramu sebuah skenario pembelajaran yang sesuai dengan karakterustik kelima siswa tersebut.
Namun,setelah direfleksikan secara internal,pada diri kita sebagai guru,dan ternyata tidak ada yang salah dengan semua proses dan performent sang guru,tiba saatnya kita tinjau kebiasaan sehari-hari kegiatan para siswa pasca pulang sekolah,jangan-jangan kegiatan yang mereka lakukan,memberikan kontribusi negatif terhadap perkembangan daya ingat siswa kita,misalnya:
  1. Pulang sekolah,ini mayoritas kegiatan mereka,tas sekolah disimpan,entah benar atau tidak menyimpannya,karena suka ada anak yang terburu-buru ingin cepat main,sehingga tas nya pun dilempar begitu saja.
  2. Pulang sekolah,yang mereka buru adalah makan dan main
  3. Pulang sekolah,yang mereka buru adalah film-film idola anak-anak yang selalu mereka tonton setiap hari
  4. Pulang sekolah,main,main dan bermain sampai lupa belajar
Itulah kebiasaan sebagian siswa kita,yang perlu disikapi,jangan-jangan,kebiasaan tersebut,mampu :
  1. Mendelete atau menghapus semua pelajaran yang diterimanya disekolah
  2. Menumpulkan ingatan meteka
  3. Mengabaikan tugas dan kewajiban mereka sebagai pelajar
Ilmu yang mereka perokeh selama disekolah kurang lebih dari pukul 06.30-13.00 wib,luluh lantak,terhapus oleh:
  1. Permainan (games) yang terdapat di Handphone yang mereka miliki.
  2. Waktu bermain,yang porsinya lebih banyak dan lebih lama,sehingga porsi waktu belajar mereka adalah waktu sisa sehingga terkadang dilaksanakan dengan penuh keluhan:cape,ngantuk,kurang mood,sehingga belajarnya pun tidak konsentrasi.
  3. Nonton film anak kesayangannya,sampai lupa belajar
Sehingga,hasil belajar mereka tidak pernah dibaca kembali dirumah,karena terlalu dominan melakukan kegiatan-kegiatan yang kurang edukatif,dan kalau materi pelajaran tidak pernah dibaca kembali,lama kelamaan akan hilang dan lupa,karena ingatan itu,ibarat pisau,jika pisau sering diasah,akan menjadi sebilah pusau yang tajam,begitupun ingatan,jika sering diasah melalui proses membaca kembali dirumah,otak akan menjadi tajam dan ingatan menjadi terlatih.
Kiranya,kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak,setelah pulang sekolah,hendaknya menjadi perhatian khusus,terutama orangtua dirumah,jangan-jangan kegiatan tersebut,memberikan kontribusi dalam menurunkan daya ingat siswa,dengan tidak mengabaikan hak anak untuk bermain,mereka harus diberikan waktu untuk bermain dengan tidak mengabaikan kewajiban mereka untuk belajar.
Demikian,terimakasih,semoga bermanfaat,kurang lebihnya mohon maaf!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar